get app
inews
Aa Text
Read Next : Bikin Rezeki Ngalir Deras, Ini Doa yang Harus Anda Baca Tiap Hari

Tidak Shalat tapi Rezeki Lancar, Tidak Sedekah tapi Karier Hati-Hati Ciri Istidraj

Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:29 WIB
header img
Istidraj secara bahasa berasal dari kata daraja yang berarti naik satu tangga ke tangga berikutnya. Foto: Ilustrasi

MEDAN, iNewsMedan.id - Dalam kehidupan sehari-hari, sering  melihat seseorang yang tampak bergelimang harta, memiliki karier cemerlang, dan hidup penuh kemewahan, padahal ia jauh dari ketaatan kepada Allah SWT. Fenomena ini dalam Islam dikenal dengan istilah Istidraj.

Istidraj secara bahasa berasal dari kata daraja yang berarti naik satu tangga ke tangga berikutnya. Namun, dalam konteks akidah, Istidraj merupakan jebakan berupa kenikmatan duniawi yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang terus-menerus melakukan maksiat tanpa pernah merasa bersalah.

Mengutip berbagai sumber keislaman, Istidraj adalah bentuk "hukuman" atau jebakan Allah yang halus. Allah membiarkan seseorang lalai dalam kesenangannya, namun sebenarnya ia sedang digiring menuju kebinasaan. Hal ini sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 44 yang artinya:

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

Ciri-Ciri Seseorang Terkena Istidraj

Penting bagi setiap Muslim untuk mawas diri agar tidak terjebak dalam kondisi ini. Berikut adalah beberapa tanda seseorang sedang mengalami Istidraj:

1. Ibadah Terabaikan, Rezeki Lancar

Seseorang merasa tidak perlu salat atau bersedekah, namun bisnisnya justru semakin maju dan hartanya terus bertambah.

2. Maksiat Terus Jalan, Hidup Aman 

Meskipun sering melakukan dosa besar atau kecil, ia tidak pernah mendapatkan teguran berupa musibah atau sakit, sehingga ia merasa "aman" dan direstui Allah.

3. Kikir Namun Semakin Kaya 

Ia tidak pernah mengeluarkan zakat atau membantu sesama, tetapi kekayaannya tidak berkurang sedikit pun.

4. Hilangnya Rasa Takut kepada Allah 

Hati menjadi keras dan tidak lagi merasa takut akan siksa neraka atau hari pembalasan.

Para ulama mengingatkan bahwa nikmat yang sejati adalah nikmat yang membuat kita semakin dekat kepada Sang Pencipta. Sebaliknya, jika nikmat tersebut membuat kita semakin jauh dan sombong, maka itulah Istidraj yang patut diwaspadai.

Oleh karena itu, setiap Muslim diajak untuk selalu bermuhasabah atau melakukan evaluasi diri. Jika hidup terasa mudah di tengah kelalaian ibadah, segeralah bertaubat sebelum Allah mengambil semua kenikmatan tersebut secara tiba-tiba dalam kondisi kita yang tidak siap.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut