get app
inews
Aa Text
Read Next : Sebelum Bilang Puasa Ramadhan Berat, Coba Intip Sejarahnya Dulu

Sambut Ramadhan, Bulog Sumut dan Pemprov Siapkan 99 Ton Beras SPHP

Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:07 WIB
header img
Gerakan Pangan Murah (GPM) berlangsung di 29 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 29 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara. 

Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog menyiapkan sedikitnya 99.800 kg beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, berbagai komoditas pokok lainnya juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Selain beras SPHP, kami juga menyediakan beras dan gula. GPM ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengantisipasi lonjakan harga dalam menyambut bulan suci Ramadan," ujar Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, Jumat (13/2/2026).

Lokasi pelaksanaan GPM tersebar di sejumlah titik strategis, antara lain:

- Kantor Bulog Wilayah Sumut

- Kantor Dinas Ketahanan Pangan

- Markas Koramil Nias

- Beberapa kantor kecamatan dan gudang-gudang Bulog.

“Dengan tersebarnya titik pelaksanaan GPM tersebut, diharapkan mempermudah aksesibilitas masyarakat untuk membeli komoditi-komiditi tersebut," tambah Budi.

Menghadapi tingginya permintaan menjelang Ramadhan, Bulog Sumut memastikan ketahanan stok pangan

Saat ini, terdapat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 50.000 ton yang diprediksi mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan.

Budi menyampaikan bahwa jumlah stok tersebut akan terus bertambah seiring dengan langkah Bulog Sumut yang tetap aktif melakukan penyerapan gabah hasil panen petani lokal dengan harga Rp6.500 per kg di tingkat petani.

"Gabah dari petani yang sudah waktunya dipanen, jadi petani saya imbau untuk tidak buru-buru memanen padi. Tunggu sampai tiba waktu panen," pungkas Budi.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut