Pernahkah Anda Bertanya Mengapa Bulan Puasa Dinamakan Ramadhan? Ini Jawabannya
MEDAN, iNewsMedan.id - Ramadhan 2026 sebentar lagi akan tiba. Tapi pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bulan suci kita dinamakan Ramadhan? Nama ini bukan sekadar label kalender, melainkan mengandung filosofi yang sangat dalam.
Secara etimologi, Ramadhan berasal dari akar kata Ar-Ramd (الرَّمَضُ), yang mendeskripsikan kondisi panas batu yang terpanggang terik matahari hingga menyengat.
Lantas, mengapa bulan ibadah ini identik dengan kata "Panas" atau "Membakar"? Setidaknya ada dua alasan besar:
1. Jejak Sejarah Penamaan
Secara historis, saat orang-orang Arab terdahulu memberikan nama-nama bulan dalam kalender Hijriah, bulan Ramadhan jatuh bertepatan dengan puncak musim panas. Suhu yang sangat ekstrem saat itu menjadi identitas bagi bulan ini.
2. Proses Penyucian Dosa (Al-Ihtiraq)
Inilah makna yang paling menyentuh bagi kita. Imam Al Qurtubi rahimahullah menjelaskan bahwa disebut Ramadhan karena bulan ini "membakar" dosa-dosa hamba-Nya.
Beliau berkata:
إِنَّمَا سُمِّيَ رَمَضَانُ لِأَنَّهُ يَرْمِضُ الذُّنُوبَ أَيْ يُحْرِقُهَا بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ
“Dinamakan bulan Ramadhan karena ia mengugurkan (membakar) dosa-dosa dengan amal shalih.” (Tafsir Al-Qurtubi)
Layaknya panas matahari yang membakar permukaan bumi, deretan amal shalih, puasa, dan taubat di bulan ini diharapkan mampu menghanguskan catatan dosa kita hingga tak bersisa.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta