Indikator Makro Membaik, Pakar Prediksi Pasar Properti 2026 Bergerak Lebih Sehat
MEDAN, iNewsMedan.id - Sektor properti nasional diprediksi akan memasuki fase pemulihan yang signifikan pada tahun 2026. Optimisme ini mencuat dalam acara Temu Ramah Media bersama Chairman Samera Group, Adi Ming E, yang menyoroti membaiknya indikator makroekonomi serta dukungan berkelanjutan dari kebijakan pemerintah.
Menurut Adi Ming E, tahun 2025 merupakan periode konsolidasi yang penuh tantangan. Namun, memasuki tahun 2026, kepercayaan konsumen mulai pulih dan pasar bergerak ke arah yang lebih sehat.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah relevansi produk dengan kebutuhan riil masyarakat. Samera Group secara tegas mengusung tagline 'Perumahan Bebas Banjir', khususnya pada kawasan Samera Djohor.
Adi Ming E menegaskan bahwa isu banjir bukanlah sekadar alat pemasaran atau gimmick, melainkan komitmen teknis sejak awal pembangunan.
"Kami tidak ingin menjual janji, tetapi menghadirkan kepastian hunian yang aman dan nyaman untuk puluhan tahun ke depan. Dan ketika kemarin ujian banjir itu datang, masyarakat merasakan buktinya," ujar Adi Ming E dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan bahwa seluruh proyek Samera Group dirancang dengan mitigasi banjir yang matang melalui Kajian Historis: Analisis mendalam terhadap riwayat genangan di kawasan tersebut. Elevasi Lahan: Penentuan ketinggian tanah yang presisi. Sistem Drainase Terintegrasi: Infrastruktur yang disiapkan untuk penggunaan jangka panjang lintas generasi.
Kebangkitan sektor properti tahun ini juga diperkuat oleh langkah pemerintah yang memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 31 Desember 2026.
Adi menilai kebijakan ini memberikan ruang bernapas bagi pengembang untuk lebih inovatif. "Samera Group sendiri terus berupaya menghadirkan hunian yang adaptif terhadap gaya hidup masyarakat urban, mengingat backlog (kebutuhan hunian) yang masih tinggi," terangnya.
Menariknya, Adi Ming E mencatat bahwa tren pembelian properti saat ini masih didominasi oleh kebutuhan untuk tempat tinggal (end-user), bukan sekadar spekulasi investasi seperti emas.
Meski begitu, ia tetap optimis bahwa properti dengan lokasi tepat dan pengelolaan kawasan yang baik akan tetap menjadi aset dengan pertumbuhan nilai yang menjanjikan dalam jangka panjang.
Editor : Jafar Sembiring