Tren Whip Pink Merebak di Kalangan Remaja, BNN Didesak Segera Bertindak
Berdasarkan laporan intelijen BNN RI, penggunaan Whip Pink umumnya bertujuan mengejar sensasi euforia, dilakukan berulang, dan sering dikombinasikan dengan zat lain. Pola ini secara signifikan meningkatkan risiko fatal bagi penggunanya.
Dalam jangka panjang, penyalahgunaan gas ini juga dapat merusak sumsum tulang belakang akibat defisiensi vitamin B12 ekstrem. Dampaknya meliputi mati rasa, kesemutan parah, hingga kelumpuhan total.
LAN Sumut turut mengimbau para orang tua agar lebih peka terhadap lingkungan pergaulan anak. Pencegahan, menurut LAN, harus dimulai dari keluarga. Orang tua diminta waspada jika menemukan benda mencurigakan seperti tabung kecil atau balon yang tidak lazim, dan segera melakukan edukasi tegas kepada anak.
Selain itu, LAN Sumut meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta Pemerintah Kota Medan untuk mempersempit ruang peredaran Whip Pink di kalangan remaja.
“Kami berharap BNNP Sumut, aparat penegak hukum, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kota Medan bergerak cepat agar barang ini tidak semakin luas menyasar generasi muda,” tegas Hadi.
Editor : Ismail