Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perdana! 28 Ton Lidi Sawit Asal RI Diekspor ke China
Advertisement . Scroll to see content

Tekanan Pasar Berlanjut, Ekspor Karet Sumatera Utara Kembali Anjlok 

Jum'at, 09 September 2022 | 14:53 WIB
  • author Isnaini Kharisma
Tekanan Pasar Berlanjut, Ekspor Karet Sumatera Utara Kembali Anjlok 
Tekanan pasar berlanjut, ekspor karet di Sumatera Utara kembali anjlok. (Foto: istimewa).

Dalam sejarahnya, ITRC (International Tripartite Rubber Council) telah enam kali melakukan pengendalian harga. Pengendalian yang ke-enam melalui skema AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) atau pembatasan eskpor dilakukan pada April s/d Juli 2019.

Fenomena Sunset Indutri Karet Remah (Crumb Rubber) di Indonesian Industri pengolahan karet remah di Indonesia 5 tahun belakangan ini semakin sulit berkembang, khususnya di Sumatera Utara. 

"Fenomena sunset industri di crumb rubber sudah mulai terlihat, diantaranya dapat dilihat dari luas kebun karet yang terus menurun, permintaan dunia yang cenderung berkurang. Sementara itu konsumsi dunia terus meningkat. Menurut ANRPC (Association of Natural Rubber Producing Countries) bahwa pertumbuhan konsumsi karet alam pada 2022 diperkirakan 3,7 persen," jelas Edy.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut