General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi keluarga penerima untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
"Di balik setiap sambungan listrik yang kita nyalakan, ada harapan keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Hari ini, tiga keluarga akhirnya dapat menikmati listrik dari sambungan sendiri. Bagi kami, ini bukan sekadar penyambungan listrik, tetapi juga upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari kenyamanan beraktivitas, mendukung pendidikan anak-anak, hingga meningkatkan produktivitas keluarga," ujar Rizky.
Menurutnya, pemerataan akses listrik harus dibarengi kepedulian sosial agar manfaat pembangunan juga dirasakan masyarakat prasejahtera.
"Kami ingin kehadiran PLN tidak berhenti ketika listrik berhasil dinyalakan. Melalui Light Up The Dream dan kepedulian YBM PLN, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas. Energi bukan hanya tentang listrik yang mengalir ke rumah-rumah, tetapi juga tentang semangat gotong royong yang mampu menyalakan harapan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat," tambahnya.
Rizky juga mengapresiasi pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat melalui program tersebut.
Bagi Suryani, penyalaan listrik pada Minggu itu menjadi momen yang sulit dilupakan. Setelah sekian lama harus menumpang listrik tetangga, kini ia dan keluarganya bisa menggunakan listrik dari sambungan sendiri tanpa bergantung kepada orang lain.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
