Korban Dugaan Pelecehan Seksual di MAN 2 Lebih dari 3 Orang, Kemenag Tapteng Bungkam

Jafar
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Sedikitnya empat orang siswa laki-laki diduga menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang pelakunya disebut adalah MLS, bekas kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang siswa diduga dijanjikan jaminan pendidikan oleh MLS setelah status naik kelas siswa itu dinyatakan bersyarat.

Sementara tiga lainnya kerap dikirimi pesan singkat oleh MLS yang diduga bernada melecehkan lewat WhatsApp. Bahkan, salah seorang siswa diduga dipaksa untuk menemuinya di luar jam sekolah.

Para korban belum membuat laporan, alasannya diduga karena kondisi mental.

Kasus ini terungkap setelah rekaman video adegan MLS diduga sedang melecehkan siswa yang dijanjikan jaminan pendidikan itu tersebar di kalangan para guru, pada awal Oktober 2026. Setelah itu, keberadaan MLS tidak diketahui.

Kemudian, pada 15 Oktober 2026, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Tapteng menyerahkan  surat keputusan (SK) Pelaksana Harian (Plh) Kepala MAN 2 Tapteng kepada Nursah Tanjung.

Dilihat dari situs resmi Kakan Kemenag Tapteng, beberapa alasan penyerahan SK itu adalah pembinaan kepada guru dan memperkuat kualitas pendidikan madrasah.

"Kegiatan ini memperkuat tata kelola madrasah, serta meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah," demkian laporan Kakan Kemenag Tapteng yang dikutip dari situs resminya, Sabtu (24/10/2026).

Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) MAN 2 Tapteng, Dedes Patriya Pasaribu, mengatakan jika kasus tersebut sepenuhnya ditangani oleh Kakan Kemenag Tapteng. Terkait rincian kronologi dan kebenaran kasus, ia, menolak untuk menjawab.

"Sudah diserahkan penanganannya ke kantor Kemenag Tapteng," ujar Dedes kepada iNewsMedan.id.

"Benar atau tidaknya (kasus dugaan pelecehan seksual) itu, konfirmasi saja ke Kemenag Tapteng," sambungnya.

Sementara itu, pihak Kemenag Tapteng memilih bungkam setelah upaya konfirmasi dan verifikasi dilakukan.

Dilain sisi, Kordinator Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumut, Imam Mukhair, mengatakan jika pihaknya telah mengetahui kasus tersebut.

"Kami sudah tahu, nanti diinformasikan lagi," katanya.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network