MEDAN, iNewsMedan.id- Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menghadapi kejadian luar biasa (KLB) ganda penyakit menular. Pemerintah kabupaten setempat menetapkan KLB untuk dengue dan malaria setelah terjadi lonjakan kasus di sejumlah wilayah.
Kondisi paling mencolok terlihat pada malaria. Hingga Agustus 2026, jumlah kasus malaria di Labura mencapai sekitar 1.300 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 900 kasus ditemukan di wilayah Tanjung Leidong.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumut, dr. Nora Nasution, mengatakan Labura kini menjadi salah satu daerah dengan kontribusi kasus malaria terbesar di Sumut.
"Total seluruhnya dari Januari sampai Agustus kemarin mereka 1.300-an. Jadi mereka menyumbang sepertiganya kasus di Sumatera Utara," ujar Nora, Sabtu, 26 September 2026.
Tanjung Leidong menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan kasus malaria, disusul wilayah Kampung Masjid. Menurut Nora, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kasus malaria di Labura sebelumnya sempat ditekan cukup signifikan.
Ia menyebut penelitian yang dilakukan Prof. Ayodhia di Tanjung Leidong pada periode 2021 hingga 2024 pernah menurunkan kasus malaria hingga 64 persen. Namun, setelah program tersebut tidak lagi dilanjutkan, kasus kembali meningkat.
"Dulu di tahun sebelumnya kasusnya turun, ada 64 persen. Sekarang naik lagi," katanya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
