Menurutnya, stigma dan diskriminasi masih menjadi salah satu kendala dalam menemukan kasus HIV. Sebagian orang enggan memeriksakan diri atau terbuka mengenai faktor risiko ketika menjalani konseling.
"Kesadaran mereka untuk memeriksakan diri ini yang enggak ada. Masuk ke situ aja kita susah karena stigma itu," katanya.
Dinkes Sumut telah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi orang dengan HIV di puskesmas maupun rumah sakit di kabupaten/kota. Pasien juga mendapatkan konseling mengenai pengobatan serta cara mencegah penularan.
Pengobatan antiretroviral (ARV) diberikan untuk menekan jumlah virus dan menjaga kualitas hidup pasien. Pemeriksaan viral load dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh virus HIV berhasil ditekan setelah pasien menjalani pengobatan.
Di sisi lain, kematian pada orang dengan HIV masih ditemukan. Nora mencatat 191 orang dengan HIV meninggal sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
"Terbanyak di Medan ada 74 orang yang meninggal. Disusul Deliserdang, 21 orang,"ujarnya.
Nora menegaskan penemuan kasus sejak dini menjadi bagian penting dalam pengendalian HIV. Semakin cepat seseorang mengetahui statusnya, semakin cepat pula pengobatan dan langkah pencegahan penularan dapat dilakukan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
