Penemuan kasus sedini mungkin dinilai penting agar pasien segera mendapatkan pengobatan dan upaya pencegahan penularan dapat dilakukan. Target penemuan kasus tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian HIV hingga 2030.
Dari data Januari hingga Agustus 2026, selain LSL, temuan HIV juga berasal dari sejumlah kelompok. Pelanggan pekerja seks tercatat 255 kasus, pasangan orang dengan HIV 121 kasus, pasangan berisiko tinggi 73 kasus, wanita pekerja seksual 58 kasus dan ibu hamil 51 kasus.
Kemudian pasien tuberkulosis yang juga terinfeksi HIV mencapai 400 kasus. Temuan lainnya berasal dari populasi umum sebanyak 344 kasus, pasien dengan infeksi menular seksual 45 kasus, warga binaan pemasyarakatan 29 kasus, calon pengantin 24 kasus, waria 23 kasus, anak orang dengan HIV 22 kasus, pasien dengan hepatitis 18 kasus dan pengguna narkoba suntik enam kasus.
Jika seluruh kelompok tersebut dijumlahkan, Nora menyebut terdapat 2.334 temuan kasus.
Medan dan Deli Serdang menjadi wilayah dengan temuan cukup banyak. Namun, angka tersebut tidak seluruhnya menggambarkan asal domisili pasien. Sebagian pasien dari kabupaten/kota lain memilih berobat di Medan karena alasan privasi.
"Orang yang dari kabupaten/kota lain pun karena malu dia ketahuan dia berobat di daerahnya, dia pasti akan berobat ke sini, ke Medan," jelas Nora.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
