Ketika Bantuan Bencana Angin Puting Beliung di Medan Menambah Beban Dua Orang Penyintas Lansia

Junaidin Zai
Masrul Sihombing (70), penyintas bencana angin puting beliung, ketika diwawancarai pada Senin (21/9/2026). (Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id)

Pujianto (30), warga yang ditunjuk sebagai ketua kelompok masyarakat terdampak, mengatakan sekitar 150 keluarga di Kelurahan Titi Kuning dan Kelurahan Suka Maju terdampak bencana.

Menurut dia, persoalan bantuan tidak hanya berkaitan dengan jumlah material yang diterima warga, tetapi juga dengan kesesuaian bantuan terhadap tingkat kerusakan rumah.

Sebagian warga yang telah memperbaiki rumah secara mandiri, kata Pujianto, hanya menerima sembako atau beberapa lembar seng dan tripleks.

“Inilah yang dikeluhkan warga. Bantuan yang diberikan hanya lima lembar seng atau sembako, padahal ada rumah yang perlu dibangun ulang,” katanya.

Pujianto mengatakan, pemerintah memang menyediakan Rp8 juta untuk membayar upah pengerjaan rumah. Sementara itu, material bangunan ditanggung oleh pemerintah.

Namun, menurut dia, sejumlah tukang menilai pekerjaan yang harus dilakukan tidak sebanding dengan upah tersebut.

Akibatnya, ada tukang yang menolak mengerjakan rumah warga atau menghentikan pekerjaan di tengah jalan.

Warga kemudian disarankan mencari tukang dengan tarif yang lebih murah atau meminta bantuan anggota keluarga.

“Dibilang dari sana (pemerintah), ‘Pandai-pandailah. Carilah tukang yang agak murah atau gunakan tenaga keluarga,’” ujar Pujianto.

Editor : Jafar Sembiring

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network