MEDAN, iNewsMedan.id - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka dua posko layanan kesehatan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai respons atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak 27 November 2025 lalu.
Sebagai salah satu daerah yang terdampak cukup parah, Aceh Tamiang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan pascabanjir. Maka itu, UMSU menurunkan dua tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat dari Klinik Pratama UMSU, Tim Bantuan Medis mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), serta didukung Tim Mahasiswa Siaga Bencana UMSU.
Dua posko kesehatan dibuka di Desa Bukit Tempurung dan Desa Paya Bedi, Kecamatan Kuala Simpang. Posko beroperasi sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dan melayani lebih dari 300 warga dengan beragam keluhan kesehatan, mulai dari luka akibat terkena paku dan pecahan kaca, diare, batuk dan flu, gangguan pernapasan, hipertensi, cedera patah tangan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, hingga keluhan kesehatan anak dan balita. Sejak pagi, warga tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, tim medis juga membagikan obat-obatan dan vitamin secara gratis kepada masyarakat. Kehadiran posko kesehatan ini membantu warga dalam memenuhi kebutuhan layanan medis di tengah kondisi darurat pascabanjir.
Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen UMSU untuk membantu meringankan beban warga penyintas bencana di Sumatera sesuai arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
"UMSU, akan terus memberikan bantuan secara bertahap, baik dalam bentuk layanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, maupun pendampingan pada masa pemulihan," kata Agussani, Rabu (10/12/2025).
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
