Pagi Terik, Sore Hujan: Pendapatan Pedagang di Medan Sulit Ditebak

Junaidin Zai
Irwan (58), pedang es kelapa di kawasan Stadion Teladan, Kecamatan Medan Kota, ketika menyiapkan satu gelas es kelapa, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id).

Ketika hujan tiba-tiba turun, tidak banyak yang dapat dilakukan selain menghentikan aktivitas berjualan.

“Ya sudah kacaulah, enggak ada lagi penjualan. Tinggal pulang,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut mulai terasa sejak memasuki September.

Bagi pedagang yang mengandalkan pembeli di ruang terbuka, hujan bukan hanya berarti perubahan aktivitas, tetapi juga risiko barang yang sudah dibawa untuk dijual tidak habis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di Sumatera Utara sedang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, mengatakan gelombang atmosfer yang aktif, belokan angin, dan konvergensi angin di sepanjang pantai barat hingga pegunungan Sumatera Utara dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network