Pagi Terik, Sore Hujan: Pendapatan Pedagang di Medan Sulit Ditebak

Junaidin Zai
Irwan (58), pedang es kelapa di kawasan Stadion Teladan, Kecamatan Medan Kota, ketika menyiapkan satu gelas es kelapa, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id).

MEDAN, iNewsMedan.id - Pedagang kaki lima di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mengatakan, cuaca beberapa pekan terakhir berubah dengan cepat. Panas pada pagi hingga siang hari dapat disusul hujan pada sore hari, kondisi itu turut memengaruhi pendapatan pedagang yang mengandalkan keramaian ruang terbuka.

Di kawasan Stadion Teladan, Kecamatan Medan Kota, Irwan (58) sedang melayani pembeli, sudah hampir 30 tahun berjualan di sana, ia terbiasa menjual sekitar 60 hingga 70 butir kelapa dalam sehari ketika cuaca panas.

Namun dalam kondisi cuaca seperti sekarang, penjualannya turun menjadi sekitar 40 hingga 50 butir. Irwan mengatakan kondisi seperti itu mulai dirasakannya sekitar dua bulan terakhir, termasuk sejak Agustus.

“Berkurang juga. Tidak seperti biasa. Biasanya satu hari kalau panas 60–70 biji kelapa habis. Sejak musim hujan ini kadang-kadang 40–50 biji,” kata Irwan.

Menurut Irwan, persoalan terbesar bukan hanya hujan, melainkan waktu turunnya hujan yang sulit diperkirakan.

Ia mengatakan stok kelapa yang biasanya habis dalam satu atau dua hari kini dapat membutuhkan waktu hingga tiga atau empat hari untuk terjual.

“Kadang kita ambil 150 biji. Biasanya untuk satu hari atau dua hari, paling lama dua hari. Tapi ini karena musim hujan, mau tiga sampai empat hari baru habis,” ujarnya.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network