Asap Selimuti 14 Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Ismail
BMKG mendeteksi asap di 14 wilayah Sumut, dengan 26 hotspot dan jarak pandang turun hingga 500 meter. Kualitas udara terpantau sedang hingga tidak sehat. Foto: BMKG Wil 1

MEDAN, iNewsMedan.id — Kabut dan asap mulai mengganggu jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Pada Selasa (8/9/2026), jarak pandang terendah yang terpantau mencapai 500 meter, sementara konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Kepala Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, mengatakan kondisi tersebut terpantau di tengah meluasnya sebaran asap di sejumlah kabupaten.

"Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada tanggal 08 September 2026 terdeteksi asap di wilayah Sumatera Utara seperti di Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal," kata Hendro dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Sebaran asap tersebut tidak bergerak secara acak. BMKG mencatat asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara.

Di saat yang sama, aktivitas titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah. Pada 7 September 2026, BMKG mendeteksi 26 titik panas di Sumut. Empat titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan berada di Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, serta Tapanuli Selatan.

Dampaknya mulai terlihat pada kondisi atmosfer dan jarak pandang. Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan jarak pandang pada 8 September berada di kisaran 500 meter hingga 5 kilometer.

"Penurunan jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap," ujar Hendro.

Kondisi udara juga menjadi perhatian. Pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

BMKG meminta masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah, meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah maupun berkendara.

"Masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap juga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak pandang, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai," kata Hendro.

Pemerintah daerah juga diminta tidak mengabaikan perkembangan kondisi tersebut. BMKG mengimbau para kepala daerah berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat serta terus mengikuti informasi mengenai cuaca dan sebaran asap.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network