Meski demikian, penyebab pasti dari penderitaan Febiola masih menyisakan tanda tanya besar. Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyatakan bahwa hasil EEG belum dapat langsung menyimpulkan diagnosis pasti.
"Perlu ada pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah ada keterkaitan langsung antara konsumsi menu MBG dengan gangguan saraf serta ingatan yang dialami pasien," ucapnya.
Di tengah kesedihan mendalam, seluruh biaya pengobatan Febiola saat ini ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, beban mental dan fisik keluarga belum terangkat sepenuhnya. Sang ayah yang bekerja sebagai penyusun jeruk harus tetap memeras keringat di lapangan agar dapur tetap ngebul, sementara sang ibu setia mendampingi Febiola bergulat dengan medis.
"Dia selalu bilang, 'Aku mau sekolah, aku mau sekolah.' Tapi bagaimana kita memberikan dia sekolah kalau kondisinya begini?" ucap Elvinus menahan haru. Kini, keluarga hanya bisa berharap tim medis segera menemukan pengobatan yang tepat agar sang putri berprestasi bisa pulih dan kembali mengejar cita-citanya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
