General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan pemanfaatan peralatan listrik diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan produksi sekaligus memberi nilai tambah bagi usaha masyarakat.
“Pemanfaatan peralatan berbasis listrik dalam budidaya jamur tiram diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, kualitas hasil, serta pendapatan kelompok penerima manfaat,” ujar Rizky.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan sarana, tetapi juga kemampuan kelompok dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha.
Sementara itu, Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu menilai bantuan peralatan dan pelatihan memberikan tambahan pengetahuan bagi warga yang menjalankan budidaya jamur tiram.
“Bantuan berupa sarana budidaya, baglog, serta peralatan berbasis listrik ini sangat membantu masyarakat menjalankan proses produksi dengan lebih cepat, efisien, dan terarah,” kata Johan.
Johan berharap usaha tersebut dapat berkembang sehingga memberi tambahan pendapatan bagi anggota kelompok dan membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Pengembangan usaha jamur tiram selanjutnya tidak hanya diarahkan pada produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasaran. Kelompok penerima manfaat diharapkan mampu mengelola usaha secara mandiri setelah mendapat pendampingan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
