MEDAN, iNewsMedan.id – Batuk yang tak kunjung sembuh sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Jika berlangsung lebih dari tiga minggu, tidak membaik setelah pengobatan, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Dokter spesialis paru mengingatkan masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami sesak napas untuk mencari pertolongan medis. Batuk menetap dapat disebabkan berbagai kondisi, mulai dari asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), alergi, refluks asam lambung, efek obat hingga infeksi.
Dalam kondisi tertentu, batuk berkepanjangan juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit paru yang lebih serius, termasuk kanker paru.
"Memang tidak semua batuk kronis berarti kanker paru. Namun, batuk yang menetap selama lebih dari tiga minggu atau tidak membaik setelah pengobatan perlu dievaluasi lebih lanjut. Bahkan jangan menunggu hingga gejala semakin berat, karena deteksi dini merupakan kunci untuk meningkatkan keberhasilan penanganan kanker paru,” ujar dr. Supiono, Sp.P(K), dokter spesialis paru di Columbia Asia Hospital Aksara, Kamis (3/9/2026).
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kanker paru menjadi salah satu penyebab utama kasus dan kematian akibat kanker di dunia. Pada 2022, diperkirakan terdapat 2,5 juta kasus baru dan 1,8 juta kematian akibat kanker paru secara global.
Gejala awal kanker paru juga dapat muncul ringan dan kerap disangka sebagai gangguan pernapasan biasa. Kondisi ini membuat penyakit berisiko baru terdiagnosis ketika sudah berkembang.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
