Serap 80 Persen Tenaga Kerja Lokal, Kebun Bah Jambi PTPN IV Regional 2 Putar Roda Ekonomi Simalungun
Beberapa realisasi program TJSL Kebun Bah Jambi dalam tiga tahun terakhir meliputi, 2024: Pembangunan tempat parkir dan pemasangan keramik di Masjid Zahra Al Mukhlisin. 2025: Pembangunan fasilitas ibadah, pembagian bibit ikan, dan aksi penghijauan lingkungan.
2026: Bantuan sarana serta alat produksi untuk Koperasi Produsen Pandai Besi Tanah Jawa Simalungun.
Dukungan terhadap Koperasi Pandai Besi diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan.
"Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu hal yang penting. Ketika usaha masyarakat berkembang, manfaatnya akan kembali kepada keluarga dan lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan usaha," tambah Ridho.
Perjalanan Sejarah Panjang Perkebunan
Kawasan Kebun Bah Jambi memiliki rekam sejarah panjang yang mendahului struktur kelembagaan PTPN saat ini.
Awal Berdiri: Berawal dari kebun tanaman sisal (Agave sisalana) milik perusahaan swasta Belanda, NV Handels Vereeniging Amsterdam (HVA).
Nasionalisasi (1959): Diambil alih oleh Pemerintah Indonesia pada 2 Mei 1959 berdasarkan PP No. 19/1959 dan masuk ke dalam sistem perkebunan negara.
Pembentukan PTPN IV (1996): Pengelolaan integratif masuk ke dalam struktur PT Perkebunan Nusantara IV.
Holding & Subholding (2014–2023): Menjadi bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero), hingga pembentukan Subholding PalmCo pada 2023 yang menempatkan unit ini di bawah PTPN IV Regional 2.
Ridho menegaskan, meski struktur organisasi perusahaan terus berkembang seiring waktu, komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar tidak pernah berubah.
Editor : Chris
Artikel Terkait
