Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peralatan penanganan darurat diserahkan untuk mendukung tim desa. Bantuan itu antara lain 10 life jacket, 10 helm keselamatan, 10 headlamp, dua set perlengkapan P3K, dua megafon, dua tandu lipat, dan dua set perlengkapan vertical rescue.
Peralatan lainnya berupa satu tandon air darurat, satu pompa air portabel, satu gergaji mesin, 20 cangkul, enam sekop dan tujuh gerobak sorong. Selain itu, dipasang rambu jalur evakuasi di 15 titik dan rambu titik kumpul di tiga lokasi.
Komandan Kompi Satgas BPBD Provinsi Sumatera Utara Daniel Dachi mengatakan penanganan bencana membutuhkan keterlibatan masyarakat karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri ketika terjadi keadaan darurat.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh peralatan yang telah diberikan dapat dirawat dan digunakan sesuai kebutuhan, sedangkan keterampilan yang diperoleh terus dipraktikkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya,” ujar Daniel.
Camat Sibolangit Muhammad Arif Budiman mengatakan keberadaan tim dan pelatihan kebencanaan dibutuhkan mengingat wilayah Sibolangit memiliki sejumlah potensi risiko bencana.
“Pelatihan, pembentukan tim, serta bantuan peralatan kebencanaan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi keadaan darurat,” katanya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
