Bukan hanya fisik, kreativitas pegawai juga ikut diuji melalui lomba menghias ruangan. Seluruh ruangan rawat inap di RSU Haji Medan menjadi bagian dari perlombaan yang penilaiannya dilakukan pada 14 Agustus.
“Besok hari kedua ada perlombaan menghias ruangan seluruh ruangan rawat inap. Itu diperlombakan juga,” katanya.
Rangkaian kegiatan juga diisi gerak jalan santai dan senam jantung sehat yang dimulai pukul 07.30 WIB. Untuk jalan terompah, setiap tim terdiri dari lima orang putra atau putri. Estafet belut dimainkan tim campuran beranggotakan lima orang, sedangkan tarik tambang diikuti delapan orang dalam satu tim.
Yulinda mengatakan semangat kompetisi tetap harus dijaga agar tidak berubah menjadi perselisihan. Menurut dia, momentum perayaan kemerdekaan justru harus memperkuat hubungan antarpegawai.
“Harapan saya semoga semua yang berlomba ini, yang bertanding ini, tanpa ada huru-hara, tanpa ada pertengkaran. Kita harus kompak, silaturahmi terjaga, semakin maju, kemudian sama-sama membangun rumah sakit menjadi rumah sakit yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Di balik kemeriahan lomba, Yulinda berharap momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan. Ia ingin RSU Haji Medan berkembang sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang menjadi pilihan masyarakat Sumatera Utara.
“Untuk dunia kesehatan, semoga pemerintah, terutama Pak Gubernur, semakin meningkatkan kesehatan di Sumatera Utara ini. Pelayanan semakin bagus, khususnya untuk Rumah Sakit Haji menjadi rumah sakit favorit untuk seluruh masyarakat Sumatera Utara, untuk tempat rujukan,” katanya.
Ia menambahkan peningkatan kualitas pelayanan harus tetap menjadi perhatian utama rumah sakit.
“Kami bisa semakin baiklah dalam pelayanan kepada masyarakat,” tutup Yulinda.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
