Melihat fakta lapangan yang kontras dengan data di atas kertas, Hasyim menegaskan agar pemerintah tidak kaku dan berpatokan teliti pada validasi faktual.
"Data itu alat untuk melayani rakyat, bukan untuk menyiksa rakyat! Jangan sampai gara-gara kaku pada angka di atas kertas seperti dikotak-kotakkan dalam Desil 6 warga yang jelas-jelas kelaparan dan tinggal di gubuk reot malah diabaikan negara. Pemerintah harus benar-benar turun ke bawah melakukan validasi ulang data kemiskinan. Jangan hanya duduk manis di belakang meja, pastikan setiap bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar butuh pertolongan," tegas Hasyim.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Bendahara DPC Ust. Fuad Akbar, Wakil Sekretaris Hermanto Sagala, Ketua PAC Medan Amplas Kawar Sembiring, serta Lurah Timbang Deli Vivi Andriani.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, jajaran pengurus PDI Perjuangan Kota Medan menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan tali asih tunai guna meringankan beban harian keluarga Ani dan Noel.
Menerima kunjungan tersebut, Ani br Sitohang tak kuasa menahan haru. "Terima kasih banyak Pak Hasyim dan PDI Perjuangan Kota Medan yang sudah peduli melihat nasib kami. Selama ini kami seperti dilupakan, tidak pernah dapat bantuan apa-apa. Puji Tuhan, hari ini ada bapak yang datang membawa rezeki dan melihat langsung keadaan kami yang sebenarnya," ungkap Ani lirih.
Merespons temuan tersebut, Lurah Timbang Deli, Vivi Andriani, mengapresiasi respons cepat PDI Perjuangan. Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti temuan ini agar proses verifikasi dan validasi data warga prasejahtera di wilayahnya dapat segera diperbaiki.
Editor : Chris
Artikel Terkait
