MEDAN, iNewsMedan.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Plamboyan di Dusun III, Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, mulai memanfaatkan limbah jagung sebagai bahan kerajinan eco-craft.
Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Selasa, 22 September 2026.
Ketua PKM, Dian Retno Intan mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memanfaatkan limbah pertanian yang dihasilkan dari aktivitas usaha tani.
"Jagung sebagai salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat untuk menghasilkan berbagai limbah, seperti kulit dan tongkol jagung," katanya didampingi anggota tim Rini Susanti dan Nana Trisna Mei Br. Kabeakan
Menurut Dian, limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibiarkan, ditumpuk, atau dibakar.
Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, anggota KWT Plamboyan diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan limbah jagung sebagai bahan baku kerajinan eco-craft.
"Kegiatan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan produk, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada anggota kelompok agar dapat mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar," ujarnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
