Jangan Anggap Sepele, Sensus Ekonomi Ternyata Bisa Membuka Peluang Bisnis Baru di Sumut

Ismail
Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, Kepala BPS Sumut Asim Sahputra, dan peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Medan, Jumat (7/8/2026). Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id– Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menegaskan bahwa pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) sama sekali tidak berkaitan dengan pemeriksaan atau penagihan pajak. Sensus Ekonomi sejatinya berfungsi layaknya seorang "dokter" yang sedang mendiagnosis kondisi perekonomian daerah untuk melahirkan solusi kebijakan serta peta peluang bisnis baru bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sofyan Tan saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bekerja sama dengan Komisi X DPR RI di Le Polonia Hotel Medan, Jumat (7/8/2026).

"BPS ini bukan mendata tentang wajib pajak, bukan. BPS ini adalah seorang dokter sedang mencari penyakit apa yang terjadi pada hari ini. Ekonomi ke depan itu seperti apa yang harus dibangun? Hambatan-hambatan apa yang terjadi pada dunia usaha?" ujar Sofyan Tan.

Sofyan membantah kekhawatiran sebagian pelaku usaha yang enggan didata karena takut data usahanya dibocorkan ke direktorat perpajakan. Menurutnya, di era keterbukaan data finansial saat ini, sistem perbankan dan data kependudukan masyarakat sejatinya sudah terintegrasi.

Ia menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 yang digelar sepuluh tahun sekali ini sangat krusial sebagai "kompas" atau peta navigasi bagi para calon pengusaha maupun pelaku UMKM. Melalui akurasi data BPS, masyarakat dapat membaca dinamika pasar dan menghindari jenis usaha yang sudah jenuh.

"Kalau kita bisa membaca hasil Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, digabungkan dengan Sensus Ekonomi, maka kamu akan menjadi pengusaha yang hebat. Membaca data ini membuat kamu punya perencanaan usaha apa yang tepat untuk kamu. Jangan masuk di usaha yang sudah jenuh," jelas Sofyan.

Sofyan juga menyoroti pentingnya data sensus untuk menjawab riil persoalan ekonomi di Sumatera Utara, seperti lonjakan harga bahan pokok hingga angka pengangguran di Kota Medan yang berimbas pada masalah sosial.

"Hari ini kita tahu bahwa ekonomi kita itu tidak sedang baik-baik saja. Dua tahun yang lalu beras itu hanya Rp9.000, hari ini Rp17.000. Terjadi lonjakan kenaikan harga hampir dua kali lipat, ini menunjukkan ada sesuatu yang salah. Jawabannya itu adalah Sensus Ekonomi, karena mendatangi setiap orang yang memiliki usaha," tambahnya.

Editor : Ismail

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network