Bobby meyakini bahwa keberhasilan PRSU bukan sekadar capaian Pemerintah Provinsi Sumut, melainkan keberhasilan seluruh masyarakat. Jika masuk dalam agenda nasional, PRSU diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai PRSU ke-50 perlu bertransformasi menjadi ajang yang lebih profesional. Ia mendorong adanya grand design pengembangan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
"PRSU harus menjadi etalase budaya, UMKM, ekonomi kreatif, serta pusat pameran dan perdagangan yang mampu menarik investor dari dalam maupun luar negeri. Hal ini membutuhkan kolaborasi semua pihak karena tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri," ujar Evita.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Very Indrawan, melaporkan bahwa PRSU ke-50 diikuti oleh 33 paviliun kabupaten/kota dan satu paviliun negara sahabat. Menariknya, seluruh rangkaian acara diselenggarakan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui skema kemitraan.
Hingga hari keenam, jumlah pengunjung tercatat mencapai 25.447 orang dengan nilai transaksi ekonomi lebih dari Rp511 juta. Angka tersebut menjadi bukti positif bagi ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di Sumatera Utara.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
