Inovasi Smart Water System Berbasis IoT Antar Dosen dan Mahasiswa FMIPA USU Borong Dua Medali 

Mayfazri
FMIPA USU berhasil meraih dua medali pada kegiatan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Dosen Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU), Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si., berhasil meraih dua medali pada kegiatan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026).

Dua penghargaan tersebut masing-masing adalah Medali Perak pada kategori Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik, serta Medali Perunggu pada kategori Program Mahasiswa Berdampak Terbaik.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Risbang, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. Penyerahan medali ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi akademisi dan mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemulihan pasca-bencana.

Prestasi tersebut diraih melalui program “Pemulihan Kualitas Air Kolam Ikan Pascabanjir melalui Implementasi Smart Water System Berbasis IoT dalam Program Mahasiswa Berdampak.” Kegiatan pengabdian masyarakat yang didukung oleh DRTPM Kemendiktisaintek 2026, yang melibatkan 5 HMJ meliputi Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) sebagai Ketua Mahasiswa Pelaksana, kemudian HIMABIO, FORMILTAN, HIMATIF, PSMKGI USU.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Muhammad Taufik bersama tim menerapkan teknologi AQUA-SMART FISH IoT dan FILTRA-KOLAM CARE pada dua mitra sasaran, yaitu Kolam Ikan Pak Bangun dan Kolam Pancing UNCU yang berlokasi di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Program ini dilatarbelakangi oleh persoalan yang dihadapi pelaku usaha perikanan pascabanjir, seperti meningkatnya kekeruhan air, rendahnya kadar oksigen terlarut, ketidakstabilan pH air, serta belum tersedianya sistem pemantauan kualitas air secara real-time.

Penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) menjadi salah satu solusi agar masyarakat dapat memantau kondisi air kolam secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data. 

“Melalui sistem ini, kualitas air dapat dipantau secara real-time sehingga mitra tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual. Data yang diperoleh dapat membantu pengambilan keputusan secara lebih tepat dan terukur," ujarnya.

Editor : Chris

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network