Ini Tiga Komoditas Sebabkan Inflasi di Sumut, Emas Jadi Pemicu Utama

Isnaini Kharisma
Ilustrasi Emas Batangan. Foto: Istimewa

Untuk inflasi bulanan Juni 2026 sebesar 0,23 persen, BPS mencatat kenaikan harga bensin menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,14 persen. Selanjutnya bawang putih dan tarif angkutan udara masing-masing menyumbang 0,08 persen, disusul cabai merah dan cabai rawit sebesar 0,05 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas menahan laju inflasi bulanan. Penurunan harga tomat menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,17 persen, diikuti daging ayam ras sebesar 0,07 persen serta sawi hijau dan brokoli masing-masing 0,03 persen.

Pada Juni 2026, inflasi year-on-year Sumatera Utara tercatat sebesar 4,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,08 pada Juni 2025 menjadi 113,26 pada Juni 2026. Sementara inflasi bulanan atau month-to-month sebesar 0,23 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,90 persen.

BPS juga mencatat seluruh daerah penghitung inflasi di Sumatera Utara mengalami inflasi tahunan pada Juni 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 6,25 persen dengan IHK 115,71. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 4,46 persen dengan IHK 112,84.

Asim menambahkan, dibandingkan dua tahun sebelumnya, tingkat inflasi tahunan Juni 2026 menunjukkan tren yang lebih tinggi. Pada Juni 2024 inflasi y-on-y Sumatera Utara tercatat 3,35 persen, sedangkan Juni 2025 sebesar 1,25 persen.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi komoditas pangan agar tekanan inflasi dapat tetap terkendali pada bulan-bulan mendatang," tambahnya.

Editor : Ismail

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network