DELI SERDANG, iNewsMedan.id - Operasi pemberantasan narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berakhir dengan situasi mencekam.
Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang diserang oleh sekelompok massa dan pengunjung saat hendak membawa para terduga pelaku narkoba dari lokasi, Rabu (1/6/2026).
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, mengonfirmasi bahwa kericuhan terjadi akibat adanya provokasi.
Padahal, razia gabungan yang melibatkan polisi militer dan instansi terkait tersebut telah dijalankan sesuai prosedur.
"Benar terjadi perlawanan dari masyarakat di Patumbak saat razia gabungan. Awalnya, kami menemukan 25 orang positif narkoba berdasarkan hasil tes urine," ujar Brigjen Tatar, Rabu (1/6/2026).
Selain mengamankan puluhan orang positif narkoba, petugas juga menyita barang bukti berupa pil yang diduga ekstasi, baik yang ditemukan di lantai maupun di dalam botol air mineral di atas meja.
Ketegangan memuncak saat tim gabungan hendak meninggalkan lokasi. Pemilik tempat hiburan bersama keluarga dan pengurusnya diduga memprovokasi massa hingga akhirnya ratusan orang mengadang kendaraan petugas.
Situasi berubah menjadi anarkis dengan adanya aksi pelemparan ke arah kendaraan petugas.
"Dalih mereka menanyakan surat tugas, padahal sudah ditunjukkan. Karena terprovokasi, massa melakukan tindakan anarkis," tegasnya.
Akibat kejadian ini, petugas mengamankan enam orang, namun empat di antaranya kini resmi ditahan karena terlibat langsung dalam penyerangan.
Pihak Satreskrim Polrestabes Medan bersama BNNK Deli Serdang kini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga menjadi provokator utama dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Brigjen Tatar menegaskan bahwa tindakan melawan hukum tersebut tidak dapat ditoleransi.
Pihaknya berkomitmen untuk memproses seluruh pihak yang terlibat agar memberikan efek jera terhadap tindakan penghalangan tugas pemberantasan narkoba.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
