MEDAN, iNewsMedan.id- Ratusan dokter spesialis dan subspesialis anak dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan turun langsung ke Kabupaten Samosir dalam rangka Puncak Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang akan dipusatkan di kawasan Danau Toba pada 24–26 Juli 2026.
Persiapan kegiatan berskala nasional tersebut dibahas dalam audiensi Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara yang dipimpin Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah SpA SubspKardio(K), bersama Gubernur Sumatera Utara di Kantor Gubernur, Senin (2/6).
Mengusung tema “Membangun Generasi Emas dari Tepian Danau Toba”, kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan layanan kesehatan anak langsung ke masyarakat, khususnya di kawasan Danau Toba.
Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, mengatakan puncak kegiatan akan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, dan direncanakan dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Utara.
“Ini bukan sekadar perayaan Hari Anak Nasional, tetapi juga bentuk pengabdian profesi dokter anak untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, IDAI Sumut menargetkan pelayanan kesehatan bagi sekitar 600 anak di Kabupaten Samosir dengan melibatkan sekitar 200 dokter spesialis anak serta 70 dokter subspesialis kardiologi anak.
Berbagai program pengabdian masyarakat juga disiapkan, mulai dari penyuluhan kesehatan anak, skrining penyakit jantung, pemeriksaan tumbuh kembang, edukasi pencegahan stunting, hingga pelayanan kesehatan spesialis dan subspesialis secara langsung.
Tak hanya fokus pada layanan kesehatan, rangkaian kegiatan juga akan diisi senam sehat, penampilan anak-anak Samosir, pembagian hadiah perlombaan, serta berbagai aktivitas keluarga sebagai bagian dari kampanye pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Gubernur Sumatera Utara menyambut baik pelaksanaan Hari Anak Nasional di Samosir dan mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan pelayanan kesehatan, kegiatan ilmiah, serta promosi potensi daerah.
Pelaksanaan kegiatan di kawasan Danau Toba diharapkan tidak hanya memperluas akses kesehatan anak, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
