Program 3 Juta Rumah Dinilai Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Ismail
Peluncuran buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Fahri Hamzah di Jakarta, Kamis (21/5), dihadiri sejumlah tokoh dan pelaku industri perumahan. Foto: istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id – Krisis hunian dan tingginya angka backlog perumahan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar Indonesia menuju 2045. Di tengah target ambisius pembangunan 3 juta rumah, kebutuhan akan pembiayaan murah dan akses hunian terjangkau disebut menjadi kunci agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak semakin tertinggal.

Isu itu mengemuka dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, di Jakarta, Kamis (21/5).

Forum tersebut turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo serta Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu bersama jajaran direksi.

Hashim menilai gagasan swasembada papan sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat program 3 juta rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Ini adalah kerja panjang yang melibatkan antargenerasi. Satgas Perumahan kini tengah mengorkestrasi strategi besar untuk mempercepat program 3 juta rumah. Fokus kami jelas, memastikan program ini tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Hashim.

Fahri menjelaskan, buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap persoalan backlog perumahan yang diperkirakan mencapai 10-12 juta unit. Selain itu, sekitar 20 juta warga masih tinggal di rumah tidak layak huni.

“Bahkan, sekitar 6 juta orang di antaranya tinggal di rumah yang tidak layak, dan rumah itu pun bukan milik mereka sendiri,” ujar Fahri.

Menurutnya, program 3 juta rumah bukan sekadar proyek properti, melainkan bagian dari transformasi besar pembangunan nasional. Ia menegaskan target swasembada papan harus menjadi prioritas untuk memperkuat fondasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Nixon LP Napitupulu mengatakan pihaknya tengah menyusun strategi pembiayaan jangka panjang agar akses kepemilikan rumah semakin terbuka, termasuk bagi pekerja sektor informal.

Ia menyebut salah satu opsi yang disiapkan adalah pembiayaan murah dengan tenor panjang hingga 40 tahun guna menjaga keterjangkauan cicilan di tengah kenaikan harga rumah.

“Challenge-nya adalah bagaimana merumuskan instrumen pembiayaan yang pas agar cicilan rumah tidak mencekik kantong rakyat,” kata Nixon.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network