Asim mengungkapkan, inflasi tahunan dipengaruhi kenaikan harga hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama dengan kenaikan 3,61 persen.
Tak hanya itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,68 persen.
"Pada kelompok transportasi, pendidikan, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi,” ungkapnya.
Sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi di antaranya emas perhiasan dengan andil terbesar 0,59 persen, daging ayam ras 0,29 persen, beras 0,28 persen, serta ikan dencis 0,21 persen.
"Kenaikan harga juga terjadi pada tomat, angkutan udara, berbagai jenis ikan, telur ayam ras, dan minyak goreng.
Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi, seperti cabai merah sebesar 0,69 persen, bawang putih 0,13 persen, serta bawang merah dan kentang masing-masing 0,09 persen," jelas Asim.
Lebih lanjut, untuk inflasi bulanan, komoditas yang dominan memberikan sumbangan ialah angkutan udara sebesar 0,13 persen, bawang merah 0,08 persen, tomat 0,07 persen, serta jeruk dan minyak goreng masing-masing 0,05 persen.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
