dr Heru menjelaskan, RSCAA memiliki Trauma Centre yang terintegrasi dan beroperasi sepanjang waktu. “Rumah Sakit Columbia Asia Aksara berkomitmen untuk jadi bagian dari solusi dalam penanganan kegawatdaruratan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
RSCAA menghadirkan Trauma Centre yang beroperasi 24 jam. Layanan ini dirancang untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan akibat trauma, mulai dari luka bakar, luka sayatan, hingga cedera tulang.
Tingginya angka kecelakaan di Indonesia menjadi latar belakang pentingnya kesiapan layanan trauma. Data Korlantas Polri mencatat, pada 2023 terjadi lebih dari 152.000 kecelakaan lalu lintas dengan sekitar 27.000 korban meninggal dunia, serta ratusan ribu korban luka.
Di Sumatera Utara sendiri, angka kecelakaan juga tergolong tinggi, dengan lebih dari 6.000 kasus sepanjang 2023. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan layanan medis yang cepat, tepat, dan terintegrasi.
Hospital CEO Columbia Asia Hospital Aksara, Deasy Mochtar, menuturkan kecepatan penanganan menjadi fokus utama, terutama pada masa “golden period” yang sangat menentukan keselamatan dan pemulihan pasien.
“Setiap menit sangat berarti dalam kasus cedera. Karena itu, kami memastikan kesiapan tim dan fasilitas agar pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat, sekaligus menekan risiko kecacatan,” ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
