Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa kesejahteraan buruh adalah prioritas tertinggi pemerintahannya. Dalam diskusi bersama serikat buruh, Bobby menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga iklim kerja yang sehat.
"Tujuan kita soal kesejahteraan para buruh adalah poin paling utama yang harus dicapai. Kami terus berkomunikasi dan berdiskusi, bukan sekali dua kali, untuk memastikan aspirasi buruh ditindaklanjuti," tegas Bobby.
Selain penguatan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Sumut juga menyoroti masalah pengawasan terhadap perusahaan yang masih mengabaikan aturan upah minimum dan outsourcing.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Bobby berencana mengonversi data pekerja dan mengoptimalkan tenaga PPPK untuk dilatih menjadi tim pengawas tambahan. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi hak buruh yang terabaikan, termasuk hak atas jaminan sosial.
Melalui perlindungan bagi 21.119 pekerja rentan ini, diharapkan angka kemiskinan baru akibat kecelakaan kerja atau kematian kepala keluarga dapat ditekan. Momentum May Day 2026 ini menjadi bukti bahwa sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah, dan serikat buruh mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh lapisan pekerja di Sumatera Utara.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
