Hal yang paling mencengangkan dalam kasus ini adalah pengakuan pelaku mengenai keberhasilannya di masa lalu. AAA mengaku ini bukan pertama kalinya ia menggunakan jalur udara untuk menyelundupkan narkoba.
"Berdasarkan pengakuan tersangka, ia sudah berhasil meloloskan sabu melalui Bandara Silangit sebanyak empat kali dengan rincian berat 2 kg, 2 kg, 1,7 kg, dan 1 kg. Selain itu, ia juga pernah sukses mengirimkan 1,3 kg sabu melalui Bandara Minangkabau, Sumatera Barat," ungkap Baringbing. Seluruh pasokan narkoba tersebut diketahui bersumber dari Aceh.
Sindikat ini diketahui menggunakan sistem komunikasi yang cukup canggih. Pelaku berkomunikasi menggunakan aplikasi Zangi guna menghindari penyadapan. Bahkan, saat serah terima barang di Medan, antara kurir dan pengirim harus menggunakan kode atau "doktrin" khusus yang telah ditetapkan dari Jakarta agar tidak salah sasaran.
Saat ini, Polres Taput terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan luas di balik penyelundupan ini, termasuk memburu pemesan di Jakarta serta pengirim barang dari Medan dan Aceh.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
