Pusat vaksinasi Stella Maris dilengkapi dengan penyediaan fasilitas yang lebih terintegrasi. Layanan tidak hanya dilakukan di ruang tindakan, tetapi diawali dengan pendaftaran dan verifikasi data, dilanjutkan skrining medis oleh dokter, edukasi manfaat dan risiko vaksin, hingga observasi pasca-imunisasi.
Manajer Pelayanan Medis RSIA Stella Maris, dr. Lidia Panggabean, menjelaskan aspek keamanan menjadi perhatian utama.
“Penyimpanan vaksin mengikuti standar cold chain dengan suhu 2–8 derajat Celsius dan dimonitor 24 jam. Kami juga melakukan pencatatan suhu harian untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan, jenis vaksin yang tersedia mencakup imunisasi dasar bayi seperti Hepatitis B dan polio, vaksin remaja seperti HPV, hingga vaksin dewasa seperti influenza, meningitis, dan kebutuhan perjalanan internasional termasuk umrah.
Selain layanan di fasilitas kesehatan, pusat vaksinasi ini juga menyediakan layanan kunjungan rumah atau mobile vaccination bagi pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas. Setiap penerima vaksin akan mendapatkan buku pencatatan imunisasi untuk memudahkan pemantauan jadwal berikutnya.
General Manager RSIA Stella Maris Medan, Riaty Simbolon menyebut konsep pusat vaksinasi keluarga ini dirancang sebagai representasi perlindungan menyeluruh. “Kami ingin menjadi mitra kesehatan keluarga yang terpercaya. Artinya, perlindungan itu dimulai sejak bayi hingga usia lanjut,” ujarnya.
Dengan peluncuran Stella Vaccine Centre, manajemen berharap akses vaksinasi di Kota Medan semakin mudah dan tidak ada lagi alasan untuk menunda imunisasi, terutama dalam upaya memperkuat perlindungan kesehatan jangka panjang.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
