MEDAN, iNewsMedan.id– Persepsi bahwa vaksinasi hanya dibutuhkan bayi dan anak-anak dinilai masih kuat di tengah masyarakat. Padahal, perlindungan melalui imunisasi diperlukan di setiap fase kehidupan, mulai dari remaja hingga lansia.
Hal itu disampaikan Direktur RSIA Stella Maris Medan, dr. Syaiful Ramadhan, saat peluncuran Stella Vaccine Centre, Kamis (5/3/2026). Ia menegaskan pentingnya menggeser fokus layanan kesehatan dari sekadar pengobatan ke pencegahan.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Banyak penyakit saat ini sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi. Karena itu kami ingin mengingatkan kembali bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak-anak,” ujarnya.
Menurut Syaiful, selama 16 tahun rumah sakit tersebut dikenal dengan layanan ibu dan anak. Namun kini, cakupan vaksinasi diperluas untuk seluruh anggota keluarga, termasuk remaja, ibu hamil, dewasa produktif hingga lansia.
“Hari ini kami membuat langkah yang lebih besar dan lebih luas. Kami menaungi seluruh siklus kehidupan keluarga, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, ibu hamil, sampai lansia. Jadi seluruh keluarga bisa terlindungi dalam vaksinasi,” kata Syaiful.
Menurutnya, fasilitas kesehatan tidak bisa hanya bergerak di bidang kuratif, tetapi juga harus aktif dalam preventif dan promotif. Ia juga menyinggung pentingnya dukungan distribusi vaksin, terutama saat kebutuhan meningkat seperti pada masa pandemi Covid-19.
“Program vaksinasi ini adalah program pemerintah dan sudah lama dicanangkan. Ini juga menjadi kewajiban fasilitas kesehatan untuk mendukungnya. Harapannya, tidak ada lagi alasan masyarakat susah mendapatkan vaksinasi,” ujarnya.
Pusat vaksinasi Stella Maris dilengkapi dengan penyediaan fasilitas yang lebih terintegrasi. Layanan tidak hanya dilakukan di ruang tindakan, tetapi diawali dengan pendaftaran dan verifikasi data, dilanjutkan skrining medis oleh dokter, edukasi manfaat dan risiko vaksin, hingga observasi pasca-imunisasi.
Manajer Pelayanan Medis RSIA Stella Maris, dr. Lidia Panggabean, menjelaskan aspek keamanan menjadi perhatian utama.
“Penyimpanan vaksin mengikuti standar cold chain dengan suhu 2–8 derajat Celsius dan dimonitor 24 jam. Kami juga melakukan pencatatan suhu harian untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan, jenis vaksin yang tersedia mencakup imunisasi dasar bayi seperti Hepatitis B dan polio, vaksin remaja seperti HPV, hingga vaksin dewasa seperti influenza, meningitis, dan kebutuhan perjalanan internasional termasuk umrah.
Selain layanan di fasilitas kesehatan, pusat vaksinasi ini juga menyediakan layanan kunjungan rumah atau mobile vaccination bagi pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas. Setiap penerima vaksin akan mendapatkan buku pencatatan imunisasi untuk memudahkan pemantauan jadwal berikutnya.
General Manager RSIA Stella Maris Medan, Riaty Simbolon menyebut konsep pusat vaksinasi keluarga ini dirancang sebagai representasi perlindungan menyeluruh. “Kami ingin menjadi mitra kesehatan keluarga yang terpercaya. Artinya, perlindungan itu dimulai sejak bayi hingga usia lanjut,” ujarnya.
Dengan peluncuran Stella Vaccine Centre, manajemen berharap akses vaksinasi di Kota Medan semakin mudah dan tidak ada lagi alasan untuk menunda imunisasi, terutama dalam upaya memperkuat perlindungan kesehatan jangka panjang.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
