Menurut Rapidin, ruang-ruang perjumpaan seperti perayaan Cap Go Meh ini harus terus dilestarikan untuk memperkuat solidaritas sosial dan menghapus sekat di tengah masyarakat. Ia berharap momentum ini mampu menjadi inspirasi dalam menjaga toleransi di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat yang ada.
"Saya berharap momentum Cap Go Meh dapat menjadi inspirasi untuk terus menjaga toleransi dan mempererat persatuan di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat," jelas Rapidin Simbolon.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya berbagai pertunjukan seni khas Tionghoa. Atraksi barongsai yang enerjik serta lantunan lagu-lagu Mandarin berhasil menghibur ribuan pasang mata yang memadati lokasi di Bakung. Hingga rangkaian acara berakhir, situasi tetap berjalan kondusif dan penuh kedamaian, mencerminkan kuatnya simpul kebersamaan yang terjalin dalam keberagaman Kota Medan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
