MEDAN, iNewsMedan.id - PSMS Medan kini berada di posisi yang sangat unik sekaligus krusial pada penghujung musim Liga 2 2025/2026. Meski ambisi besar untuk promosi ke kasta tertinggi telah pupus, tim berjuluk Ayam Kinantan ini justru bertransformasi menjadi "hakim" yang akan menentukan masa depan lawan-lawannya.
Keberhasilan PSMS mengamankan posisi dari ancaman degradasi menjadi titik balik mentalitas tim. Kemenangan heroik 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu memastikan napas PSMS tetap berlanjut di Liga 2 musim depan.
Kemenangan tersebut diraih dengan perjuangan luar biasa lantaran PSMS harus bermain dengan 10 orang sejak awal laga. Namun, gol tunggal Felipe Cadenazzi pada menit ke-4, hasil kerja sama apik dengan Clayton Da Silva, sukses menjadi penyelamat tim.
Gol tersebut tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menjadi pelepas beban berat yang selama ini menghimpit pundak para pemain. Kini, tekanan besar dari suporter maupun tuntutan manajemen terkait ancaman turun kasta telah melandai.
Setelah sempat muncul wacana pengambilalihan klub oleh Gubernur Sumut akibat kegagalan promosi, PSMS kini tampil lebih rileks. Namun, status "aman" bukan berarti mereka akan memberikan poin cuma-cuma kepada lawan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
