DUBAI, iNewsMedan.id - Minggu pagi yang tenang di Uni Emirat Arab berubah menjadi horor saat sebuah drone tempur Iran menghujam jantung Bandara Internasional Dubai.
Ledakan dahsyat tersebut seketika merobek keheningan terminal penumpang, menyisakan puing-puing yang berserakan di bawah kepulan asap hitam yang menyesakkan.
Berdasarkan laporan terkini, empat orang ditemukan luka-luka di tengah kepanikan luar biasa saat para pelancong berlarian menyelamatkan nyawa mereka dari reruntuhan bangunan yang luluh lantak.
Serangan ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari badai api yang sedang dikobarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Iran secara resmi meluncurkan serangan balasan besar-besaran yang tidak hanya membidik Israel, tetapi juga menyapu pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di sepanjang Teluk. Ketegangan mencapai titik didih saat sirene peringatan udara mulai melolong di berbagai negara tetangga, menandakan bahwa perang terbuka telah pecah di depan mata.
Di Bahrain, dentuman keras mengguncang tanah saat rudal-rudal Iran menghujani markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Pemerintah setempat bergerak cepat mengeluarkan peringatan darurat, memaksa warga untuk segera mengungsi ke bunker-bunker perlindungan.
Suasana mencekam serupa menyelimuti Qatar, di mana otoritas keamanan mengirimkan pesan peringatan ke setiap ponsel penduduk agar mereka tidak keluar rumah, sementara sistem pertahanan Patriot bekerja keras mencegat rudal yang meluncur di atas langit Doha.
Hingga saat ini, laporan ledakan terus masuk dari berbagai penjuru, mulai dari ibu kota UEA, Abu Dhabi, hingga seluruh wilayah Kuwait yang kini dalam status siaga penuh. Timur Tengah kini berada di ambang kekacauan total saat tim tanggap darurat di Dubai berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban di tengah ancaman serangan susulan yang bisa datang kapan saja dari langit.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
