Puasa Itu Latihan Nahan Diri
Kadang godaan buka duluan muncul karena sudah nggak sabar. Padahal justru puasa itu latihan sabar.
Sebagaimana firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa itu takwa. Dan takwa nggak lahir dari sikap tergesa-gesa.
Menunggu sampai benar-benar yakin waktu Maghrib sudah masuk adalah bagian dari ketaatan itu sendiri.
Jadi Gimana yang Aman?
Masih merujuk pada penjelasan di MUI.or.id, berbuka puasa seharusnya berdasarkan:
Adzan dari masjid setempat yang terpercaya
Informasi waktu yang akurat sesuai lokasi
Perhitungan falak yang bisa dipertanggungjawabkan
Bukan karena mencari siaran adzan yang paling cepat dari daerah lain.
Karena dalam ibadah, yang dinilai bukan siapa paling duluan buka. Tapi siapa yang paling patuh pada batas waktu yang sudah ditetapkan syariat.
Supaya puasanya bukan cuma dapat lapar dan haus, tapi juga sah dan bernilai ibadah.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
