MEDAN, iNewsMedan.id - Mengakhirkan waktu sahur saat puasa Ramadhan 2026 bukanlah sekadar rutinitas makan, melainkan salah satu adab nabawi yang sangat dianjurkan.
Berikut adalah penjelasan mengenai keutamaan dan hikmah di balik sunnah tersebut agar ibadah puasa kita menjadi lebih berkualitas.
Dalam sebuah riwayat dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallaahu ‘anhu, beliau menceritakan kebiasaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
”Kami pernah bersahur bersama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam (SAW), kemudian beliau segera berdiri untuk melaksanakan shalat.”
Ketika ditanya seberapa lama jarak antara waktu selesai sahur dengan adzan Subuh, Zaid bin Tsabit menjawab:
”Kira-kira sejauh waktu membacakan 50 ayat.” (HR. al-Bukhari, no. 1921)
Makna di Balik Waktu Membaca 50 Ayat
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa jika seseorang membaca 50 ayat tersebut dengan tartil atau tenang, maka durasinya setara dengan 10 hingga 15 menit saja.
Hal ini menjadi bukti kuat bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan makan sahur hingga waktu yang benar-benar mepet dengan waktu Subuh, namun beliau tetap bersegera dalam melaksanakan shalat Subuh tanpa menundanya.
Mengapa Sebaiknya Tidak Sahur Terlalu Awal?
Meskipun makan sahur di tengah malam diperbolehkan secara hukum, tindakan tersebut dianggap menyelisihi sunnah. Ada beberapa alasan kuat mengapa mengakhirkan sahur jauh lebih baik bagi orang yang berpuasa:
1. Menjaga Stamina dan Energi: Tujuan utama sahur adalah memberi tenaga pada tubuh. Dengan mengakhirkannya, cadangan energi akan bertahan lebih lama selama menjalankan aktivitas di siang hari.
2. Mencegah Kantuk Saat Subuh: Seseorang yang bersahur terlalu dini cenderung akan merasa mengantuk saat waktu Subuh tiba, sehingga berisiko melewatkan shalat berjamaah atau kehilangan kekhusyukan.
3. Kelembutan dalam Syariat: Mengakhirkan sahur dirasa lebih ringan dan memudahkan bagi orang yang berpuasa agar tidak terlalu lama menahan lapar dan haus sebelum waktu berbuka tiba.
Istilah sahur sendiri diambil dari kata sahar, yang merujuk pada waktu di akhir malam. Oleh karena itu, sebagai umat Islam mari kita ikuti teladan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dengan tidak terburu-buru melakukan sahur di tengah malam, melainkan menantinya hingga mendekati waktu fajar demi mendapatkan keberkahan dan kekuatan yang optimal.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
