Soroti Keracunan di Dairi, DPRD Sumut: Program MBG Jangan Jadi Orientasi Bisnis!

Jafar Sembiring
159 siswa diduga keracunan makanan di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Foto: Istimewa

Lebih lanjut, politisi PKB ini meminta adanya evaluasi total terhadap personel BGN dan SPPG di wilayah Sumut pascakejadian di Sidikalang. Ia berharap petugas yang ditempatkan memiliki kompetensi mumpuni, termasuk dalam memantau masa kedaluwarsa bahan makanan.

"Ya itu, harus benar-benar orangnya itu yang punya kapasitas dan kapabilitas dalam menentukan menu makanan, bukan hanya dalam pengawas terhadap masalah gizi, tapi terhadap ini juga kan, kedaluwarsa makanan itu. Apakah layak disajikan atau tidak," tegas Zeira.

Zeira juga mengingatkan agar program prioritas Presiden ini tidak disalahgunakan sebagai ladang mencari keuntungan semata oleh pihak pengelola dapur produksi tanpa memedulikan aspek keselamatan.

"Agar tujuan Bapak Presiden untuk anak-anak kita yang lebih baik lagi makanannya supaya lebih bergizi itu tercapai. Tapi kalau begini kan orientasinya kita jangan hanya orientasi bisnis gitu lah. Saya kira evaluasi lagi terkait dapur-dapur," katanya.

Ia meminta BGN Sumut bekerja lebih profesional guna menghilangkan kekhawatiran orang tua siswa terhadap program MBG.

"Saya lihat dapur-dapurnya hanya menyajikan begitu saja, hanya mengejar profit saja. Jadi harus diperketat ini semua pengawasannya dari Badan Gizi Nasional. Iya, ini kan membuat kekhawatiran orang untuk menyantap makanan MBG. Orang-orang tua kan makan aja yang tidak mau. Kalau ini terjadi (keracunan) membahayakan," pungkas Zeira.

Editor : Jafar Sembiring

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network