Gara-Gara Status PNS Tak Jelas, Dokter Spesialis Anak Gugat Pemkab Humbahas

Jafar Sembiring
Dokter spesialis anak, dr. Perjuangan D. Hamonangan Simbolon, didampingi kuasa hukum, Jhon Feryanto Sipayung. Foto: Istimewa

TARUTUNG, iNewsMedan.id - Dokter spesialis anak penerima beasiswa Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Perjuangan D. Hamonangan Simbolon, melayangkan gugatan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) ke Pengadilan Negeri (PN) Tarutung. Gugatan dengan nomor register 4/Pdt.G/2026/PN Trt tersebut diajukan lantaran status kepegawaiannya tidak kunjung jelas meski telah menyelesaikan pendidikan spesialis.

Selain Pemkab Humbahas, dr. Perjuangan juga menarik Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebagai pihak turut tergugat. Ia menilai para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan hilangnya hak-hak administratif serta ketidakpastian statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Persoalan bermula saat dr. Perjuangan, yang merupakan PNS sejak 2009, mengikuti program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Kompetensi (PDSBK) atas rekomendasi Pemkab Humbahas. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis anak pada 2017, Kemenkes menerbitkan surat penugasan agar ia mengabdi di RSUD Doloksanggul, Humbahas.

Namun, pemerintah daerah setempat justru menolak kehadirannya dengan alasan formasi dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut telah terpenuhi.

"Saya ingin kembali mengabdi. Saya tidak pernah meminta lebih. Tapi karier saya terhenti, hak saya hilang, dan nama baik saya tercemar," ujar dr. Perjuangan saat memberikan keterangan pada Selasa (10/2/2026).

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network