TAPTENG, iNewsMedan.id – Cekcok rumah tangga biasanya berakhir dengan pintu dibanting atau saling diam. Namun, yang terjadi di Tapian Nauli justru berbeda. Seorang pria berinisial JS (39) memilih jalan yang lebih ekstrem: membakar rumahnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (7/2/2026) dini hari. Saat emosi memuncak, JS mendatangi rumah mertuanya yang tak jauh dari rumah miliknya. Ia berteriak meminta istrinya, ES (29), mengeluarkan barang-barang dari rumah, seolah sedang bersiap pindahan di tengah malam.
Beberapa saat kemudian, rumah semi permanen berukuran 5 x 5 meter itu benar-benar “dipindahkan”—bukan ke tempat lain, melainkan ke dalam kobaran api. Bangunan beserta isinya hangus terbakar.
Polisi menyebut, pertengkaran ini bukan yang pertama. Pasangan tersebut diketahui telah pisah rumah sejak November 2025. “Sudah ada perselisihan sebelumnya,” kata Kapolsek Kolang AKP Isran Efendi Simatupang, Senin, 9 Februari 2026.
Melihat api membesar, warga sekitar bergegas memadamkan api bersama petugas pemadam kebakaran dari PT Mujur Timber agar amarah tidak ikut membakar rumah lain. Api akhirnya padam sekitar pukul 02.45 WIB.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu unit spring bed, lemari, televisi, kulkas, pakaian, hingga dokumen rumah tangga ikut jadi korban. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta—harga mahal untuk sebuah emosi sesaat.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
