ACEH TAMIANG, iNewsMedan.id – Masjid Al-Ikhsan di Kampung Kota Lintang seketika berubah menjadi pusat harapan. Pada Sabtu (24/1/2026), ratusan warga yang masih berjuang bangkit dari sisa-sisa banjir bandang berkumpul untuk mengikuti aksi kemanusiaan bertajuk "Pulihkan Aceh dari Masjid".
Program yang digawangi oleh Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) melalui divisi Laznas dan AQL Peduli ini, menggandeng Forum Umat Islam Bekasi (FUIB) serta Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI). Mereka memilih masjid bukan tanpa alasan; selain sebagai tempat ibadah, masjid menjadi titik kumpul sosial paling efektif untuk menyatukan warga yang sedang berduka.
Dampak bencana tak hanya soal lumpur dan kayu yang hanyut, tapi juga menyisakan luka di batin anak-anak. Koordinator AQL Sumut-Aceh, Affan Lubis, mengungkapkan bahwa aksi ini difokuskan pada pemulihan infrastruktur emosional.
Relawan menghadirkan metode edukasi ceria melalui trauma healing. Tak hanya itu, mereka memperkenalkan program "Mushafku" sebagai terapi motorik unik bagi si kecil guna menyambut bulan suci Ramadhan yang sudah di depan mata.
Antrean Panjang di Posko Kesehatan
Antusiasme warga terlihat sejak pagi buta. Novita Mariana, Koordinator Relawan, mencatat puluhan anak dan lebih dari 60 pasien dewasa langsung menyerbu posko kesehatan sebelum tengah hari. Selain pengobatan, relawan juga membagikan logistik penting seperti mukena, sarung, sajadah, hingga pakaian layak pakai.
Di sisi medis, Adam Nurrachman yang mewakili tim FUIB dan JATTI, memboyong tenaga profesional mulai dari dokter, perawat, hingga herbalis. Salah satu dokter yang bertugas, dr. Andy Roni, memaparkan temuan lapangan yang cukup memprihatinkan.
"Banyak warga mengeluhkan gatal-gatal (infeksi kulit), asam urat, hingga hipertensi. Hipertensi ini diduga kuat karena faktor psikologis atau stres pascabencana serta pola makan yang tidak terkontrol selama di pengungsian," jelas dr. Andy. Ia juga mewaspadai ancaman ISPA akibat debu sisa banjir yang mulai mengering dan beterbangan.
Thibbun Nabawiyah Jadi Primadona
Uniknya, warga tidak hanya mendapatkan medis konvensional. Layanan Thibbun Nabawiyah seperti bekam dan akupuntur menjadi magnet tersendiri. Syafaruddin (50), salah satu warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim medis ini ke kampungnya.
"Semenjak banjir, kolesterol dan gula darah saya naik karena makanan tidak menentu. Kami sulit ke rumah sakit karena jaraknya jauh dan tidak ada kendaraan. Alhamdulillah, pengobatan gratis ini datang langsung ke kami," ungkap Syafaruddin penuh syukur.
Kolaborasi hebat antara lembaga dari Jakarta, Bekasi, dan Aceh ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lintas wilayah mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang. Melalui masjid, semangat warga kembali dipulihkan, luka fisik dan psikis pun perlahan mulai terobati.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
