MEDAN, iNewsMedan.id - Sebuah video yang memperlihatkan perseteruan antara seorang konten kreator dan seorang pria di RS Pirngadi Medan viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (4/4/2024) dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, sang konten kreator, yang dikenal dengan nama Aleh, menuduh pria tersebut melakukan kekerasan fisik dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada istrinya. Aleh menyatakan akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dan meminta dukungan dari pengikutnya untuk mengawal kasus ini.
"Ini bukti video bahwasanya saya mendapatkan kekerasan fisik dan memaki istri saya dengan bahasa kotor. Perihal ini akan segera saya laporkan ke pihak yang berwajib. Bantu kawal kasus ini teman2 agar saya dan keluarga mendapatkan keadilan. Niat baik malah berujung petaka," tulis Aleh dalam keterangan unggahannya.
Namun, pihak yang berseteru dengan Aleh, seorang pria bernama Helmy yang merupakan warga Medan Perjuangan, memberikan penjelasan berbeda. Melalui pesan WhatsApp, Helmy mengirimkan kronologi versinya. Menurutnya, keributan terjadi karena Aleh dan rombongannya membuat konten dengan kata-kata kasar di depan Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang mengganggu ketenangan pasien.
Kata Helmy bahwa kronologi peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, dirinya tiba di RS Pirngadi karena kerabatnya baru selesai operasi akibat kecelakaan kerja. "Pukul 23.40 WIB, saat melewati IGD, saya melihat sekelompok orang, termasuk Aleh, merekam video sambil mengeluarkan kata-kata kasar kepada perawat," katanya, Sabtu (5/4/2025) siang.
Kemudian, pukul 23.41 WIB, situasi memanas ketika Aleh berteriak di IGD, yang mengganggu pasien. Sekitar pukul 23.42 WIB, kerabat Helmy menegur Aleh untuk menjaga ketenangan, tetapi Aleh dan istrinya malah bersikap tidak sopan.
"Pukul 23.45 WIB, saya mendorong Aleh dan memintanya untuk menghormati orang yang lebih tua, serta menegur Aleh dan istrinya yang memaki tenaga kesehatan," ujar Helmy.
Pukul 00.06 WIB, Aleh dan rombongannya, yang diduga preman, mencoba memprovokasi Helmy dengan kata-kata kasar, dan istri Aleh mendoakan ibu Helmy mengalami gangguan jiwa dan sekitar pukul 00.10 WIB, polisi tiba untuk mengamankan situasi.
Kedua belah pihak memiliki versi cerita yang berbeda terkait insiden ini. Pihak kepolisian telah datang untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya keributan yang lebih besar.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait