Iuran per bulan untuk program ini adalah Rp16.800, yang mencakup dua program perlindungan, yaitu kecelakaan kerja dan kematian. Jika ada siswa yang mengalami kecelakaan dan memerlukan operasi, seluruh biaya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh.
"Apabila selama berlatih maupun bertanding ada anak-anak mengalami kecelakaan dan cidera maka, biayanya itu semua ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh," jelas I Nyoman Suarjaya.
Program ini memberikan ketenangan bagi orang tua dan pelatih, sehingga anak-anak dapat bermain dengan totalitas dan mencapai prestasi maksimal. Saat ini, ada 60 siswa IFA yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dengan usia 13 tahun ke atas.
I Nyoman Suarjaya berharap program ini dapat memicu Sekolah Sepak Bola (SSB) lain di Sumatera Utara untuk melindungi siswa atau atlet binaan mereka.
"Jadi ini bukti hadirnya negara untuk masyarakat melalui BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan bunyi alinea keempat UUD 1945, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia ," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait