Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa KKN UINSU Ajak Anak RA di Simalungun Belajar Tertib Lalu Lintas
Advertisement . Scroll to see content

Fasilitas BioCNG Ketiga SIPEF Dibangun di Simalungun, Limbah Sawit Jadi Energi

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:31 WIB
  • author Ismail
Fasilitas BioCNG Ketiga SIPEF Dibangun di Simalungun, Limbah Sawit Jadi Energi
Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pengolahan limbah cair kelapa sawit menjadi BioCNG di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Kabupaten Simalungun, Kamis (29 Oktober 2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id-  SIPEF Group melalui anak usahanya PT Tolan Tiga Indonesia bersama PT KIS Biofuels Indonesia (KIS Group Sustainability) memulai pembangunan fasilitas BioCompressed Natural Gas (BioCNG®) yang berlokasi di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Proyek ini menjadi fasilitas BioCNG® ketiga yang dikembangkan SIPEF Group di Indonesia sekaligus proyek ketujuh bagi KIS Group.

Pembangunan fasilitas pemanfaatan energi ramah lingkungan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) dan penyalaan sirine tanda dimulainya pembangunan pada Kamis 29 Oktober 2026. 

Hadir dalam kesempatan itu CEO KIS Group K R Raghunath, Managing Director SIPEF Petra Meekers, President Director SIPEF Indonesia Peter Bayliss, Direktur Unilever Oleochemical Indonesia Yashar Davoodi, serta Direktur Hilirisasi Perkebunan dan Kehutanan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Septria Christina.

CEO KIS Group K R Raghunath mengatakan, pembangunan fasilitas BioCNG® Bukit Maradja merupakan bagian dari pengembangan energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah industri kelapa sawit. Menurutnya, teknologi yang diterapkan memungkinkan gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) ditangkap dan diolah menjadi BioCNG®, yang dapat digunakan sebagai alternatif gas alam berbasis bahan bakar fosil.

"Pengembangan proyek ini merupakan bagian dari komitmen SIPEF Group dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus memperluas penggunaan energi terbarukan di sektor industri kelapa sawit," ujar Raghunath.

Fasilitas BioCNG® Bukit Maradja dirancang menghasilkan pasokan sekitar 99.997 MMBTU per tahun. Produksi tersebut diperkirakan mampu mengurangi emisi hingga 49.199 ton setara karbon dioksida (CO₂e) setiap tahunnya. BioCNG® yang dihasilkan nantinya akan dipasok kepada Unilever Oleochemical Indonesia sebagai calon pembeli (offtaker). Pasokan energi rendah karbon ini akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya dekarbonisasi kegiatan industri. 

Direktur Unilever Oleochemical Indonesia Yashar Davoodi menilai komitmen terhadap keberlanjutan tidak cukup hanya disampaikan sebagai target perusahaan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan kemitraan yang memberikan dampak langsung terhadap lingkungan.

Selain itu, melalui kemitraan dengan KIS Group, Unilever mulai memanfaatkan BioCNG sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil. Yashar menegaskan, dirinya memiliki komitmen untuk mengarahkan operasional perusahaan menuju target net zero emission. Menurutnya, kerja sama dengan SIPEF dan KIS menjadi salah satu langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut.

"Secara pribadi, saya memiliki komitmen untuk membawa operasional dan perusahaan yang saya pimpin menuju target net zero emission. Kemitraan ini akan membantu kami mewujudkan target tersebut sebagai sebuah entitas bisnis," katanya.

Ia juga menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak harus menunggu terbentuknya kebijakan pemerintah atau kerangka kerja besar. Dunia usaha dapat memulai perubahan melalui langkah nyata sesuai kemampuan dan bidang masing-masing. Lebih lanjut, Yashar berharap pemanfaatan teknologi BioCNG dapat diperluas ke industri kelapa sawit di berbagai daerah di Indonesia.

"Saya berharap suatu hari nanti seluruh 2.700 pabrik kelapa sawit di Indonesia telah menjadi pabrik Bio-CNG," harapnya.

Yashar berharap pembangunan fasilitas BioCNG® Bukit Maradja dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja. Ia menyatakan Unilever telah menantikan pasokan BioCNG tersebut untuk dimanfaatkan di fasilitas produksinya di Sei Mangkei.

Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan di Industri Sawit

Sebelum proyek Bukit Maradja, SIPEF Group telah mengembangkan fasilitas BioCNG® di Pabrik Perlabian, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, serta Pabrik Agro Muara Rupit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Dengan keterlibatan Unilever Oleochemical Indonesia sebagai calon pembeli, proyek Bukit Maradja diharapkan dapat memperkuat pasar gas terbarukan di Indonesia sekaligus membuka peluang pemanfaatan biometana yang lebih luas di sektor industri.

Pembangunan fasilitas BioCNG® di Bukit Maradja pun menjadi langkah lanjutan dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah, pemanfaatan energi terbarukan, dan dekarbonisasi industri kelapa sawit. Melalui proyek ini, limbah cair pabrik kelapa sawit tidak hanya dikelola untuk mengurangi potensi pencemaran dan emisi, tetapi juga diolah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan industri yang lebih berkelanjutan.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut