Operasi Laut Raksasa: Narkoba Rp1,85 Triliun di MT Global 168 Disergap Tanjungbalai Asahan
Jenderal Suyudi membeberkan struktur dan peran masing-masing kru kapal yang terlibat dalam operasional pengangkutan barang haram tersebut.
"YC sebagai kapten kapal atau master, RS sebagai chief officer, JA sebagai chief engineer, IAE sebagai second engineer, CMR sebagai oiler, RF serta DPW sebagai able seaman, serta 1 warga negara asing berinisial YCY sebagai able seaman," ungkap Suyudi.
Pengungkapan kasus ini bermula dari pelacakan intensif terhadap pergerakan kapal MT Global 168 yang terdeteksi melintas di Selat Malaka bagian tengah ke arah barat laut pada Rabu (14/10/2026).
Dua hari kemudian, pada Jumat (16/10/2026) pagi, kapal tersebut tiba di perairan terbuka barat Thailand dan melakukan manuver mencurigakan (looping pattern) sambil memperlambat laju kapal.
"Pukul 14.50, sinyal AIS mencatat kecepatan sekitar 4,9 knot. Hingga pukul 18.57 sampai dengan 20.57, kapal mengubah arah ke tenggara atau selatan menuju area labuh jangkar," tutur Suyudi.
Memasuki Minggu (18/10/2026), tim analis mendapati ratusan parameter lokasi dengan indikasi anomali sistem navigasi kapal yang kuat.
"Nah, dari pemantauan tersebut, tim menemukan sejumlah indikasi anomali AIS, di antaranya adalah ketidaksesuaian lintasan kapal, nomor MMSI kapal yang tersebut memancarkan dua identitas, yaitu MT Global 168 sebagai kapal tanker dan Roholski Dolphin," katanya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar